Uncategorized

Pria di Way Kanan Emosi Aniaya Bayi 40 Hari Hingga Tewas Permintaan Hubungan Intim Ditolak Istri

KW (20), warga Talang Neki, Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung, tega membunuh anaknya yang baru berusia 40 hari. Peristiwa bermula saat pelaku terlibat cekcok mulut dengan istrinya berinisial ES, Minggu (9/8/2020). Perselisihan tersebut awalnya dipicu ketika KW tepergok istrinya berusaha mencekik anak bayinya di dalam kamar. Di saat kondisi istrinya masih emosi dan berusaha menenangkan anak bayinya, KW tiba tiba mengajak istrinya untuk berhubungan badan. Mendapat ajakan itu sontak sang istri langsung menolaknya. Selain karena masih emosi dengan perlakuan suami terhadap anaknya, alasan ES menolak karena saat itu baru 40 hari habis melahirkan (nifas). Namun mengetahui adanya penolakan itu justru membuat suaminya semakin emosi. “Pelaku naik pitam dan melakuka...

Read More
Uncategorized

Dikira Bunuh Diri, Sadak Ternyata Dibunuh, Ponselnya Ditemukan Dekat Rumah Tetangga

Empat dikira bunuh diri, polisi memastikan Sadak (52) Dusun Sumber Glagah, Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar ternyata dibunuh. Polisi menyebutkan, ada kejanggalan terhadap jasad pria yang ditemukan di kebun jagung yang tak jauh dari rumahnya. Polres Blitar menyebutkan, dugaan sebelumnya bahwa Sadak dikira bunuh diri namun dari dari hasil outopsi, Sabtu (18/7) malam ditemukan beberapa luka di leher dan tangannya. Malah urat nadi lengan kirinya terputus diduga akibat disayat senjata tajam. Sementara tak ditemukan pisau di sekitar jasad sehingga dipastikan kalau bapak dua anak itu bukan bunuh diri. "Itu hasil outopsi. Dan penyebab kematian korban bukan karena terputus urat nadinya, melainkan diduga kehabisan oksigen. Sebab selain ditemukan darah pada luka jerat itu, jug...

Read More
Uncategorized

Anak Lempari Botol dan Pukuli Ibu Kandung Umur 83 Tahun hingga Tewas, Pengin Dapat Warisan Lagi

Seorang pria berinisial TY (37) tega menganiaya ibu kandungnya berinisial SD (83). Peristiwa ini terjadi di rumah mereka, Desa Karanggedang, Kecamatan Sruweng, Kebumen, 23 Juni 2020 lalu. Penyebab tindak kekerasan itu adalah soal warisan. "Tersangka mengaku geram kepada korban, karena tidak mau mengubah surat perjanjian yang dibuat keluarga pada tahun 2015," kata Rudy melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020). Menurut Rudy, surat perjanjian yang dimaksud ialah, tersangka pernah menjual tanah keluarga seluas 30 ubin senilai Rp 45 juta. "Dengan diubahnya surat perjanjian itu, tersangka berharap mendapatkan warisan lagi di kemudian hari. Namun saat diminta untuk diubah, korban menolak dan membuat tersangka marah," jelas Rudy. Tersangka, kata dia, menganiaya ibunya d...

Read More