Hidup multigenerasi, atau tinggal bersama lebih dari satu generasi dalam satu atap, merupakan hal lumrah di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
Kabar baiknya, proses renovasi rumah supaya nyaman untuk semua generasi bisa didukung secara finansial melalui pinjaman cepat.
Tapi, perlu kamu ketahui kalau mendesain rumah yang mampu mengakomodasi kebutuhan semua anggota keluarga (mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek) ternyata tidak mudah, lho.
Kamu perlu tahu apa saja tips mendesain rumah multigenerasi yang nyaman sekaligus fungsional.
Apa itu Rumah Multigenerasi?
Hunian multigenerasi adalah rumah yang dirancang untuk dihuni oleh beberapa generasi dalam satu atap, biasanya terdiri dari lansia (kakek-nenek), orang tua, anak muda, hingga anak kecil.
Karena beda kebutuhan dan gaya hidup di tiap kelompok usia, rumah jenis ini perlu penataan ruang yang tepat agar semua penghuni merasa nyaman.
Dalam beberapa kasus, rumah multigenerasi juga lebih praktis dan ekonomis, terutama ketika harga properti makin hari makin mahal.
7 Tips Mendesain Hunian Multigenerasi
Berikut ini adalah beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan saat mendesain atau merenovasi rumah menjadi hunian multigenerasi:
1. Rancang Tata Ruang yang Fleksibel
Tata ruang fleksibel adalah kunci utama dalam hunian multi generasi. Kamu bisa memilih konsep open-plan untuk area komunal seperti ruang keluarga dan dapur agar terasa lebih luas dan mudah diakses oleh semua penghuni.
Gunakan partisi non permanen atau pintu geser agar ruang bisa diubah sesuai kebutuhan. Contoh mudahnya, ruang tamu bisa kamu ubah menjadi ruang kerja saat pagi hari dan kembali jadi tempat kumpul keluarga di malam hari.
2. Pisahkan Area Privat dengan Ruang Bersama
Tidak peduli seberapa besar kamu mencintai anggota keluargamu, setiap orang tetap butuh privasi. Untuk orang tua dan pasangan muda mungkin butuh ruang untuk mengobrol dengan teman, merenung, deep talk, atau video call untuk urusan kantor.
Sedangkan anak-anak butuh ruang khusus untuk bermain dan belajar. Jadi, pastikan rencana desainmu mencakup ruang yang memang ditujukan untuk kebutuhan pribadi seperti ini.
Solusinya, buat zona privat untuk kamar tidur dan kamar mandi di bagian tertentu rumah, lalu sediakan ruang tengah yang bisa digunakan bersama seperti ruang makan, ruang keluarga, atau taman.
Dengan pembagian ruang yang jelas ini, kamu bisa menjaga kenyamanan dan ketenangan tanpa mengorbankan kedekatan antar anggota keluarga.
3. Tangga Ramah Lansia dan Anak-Anak

Kalau rumahmu bertingkat, perhatikan juga desain tangganya. Jangan sampai terlalu curam atau licin. Sebaiknya pakai anak tangga yang landai, beri pegangan di kedua sisi, dan pasang lapisan anti-slip alias step nosing.
Bahkan kalau memungkinkan, kamu bisa mempertimbangkan untuk bangun stair lift atau lift mini. Kalau kamu butuh dana tambahan untuk keperluan ini, pinjaman cepat bisa jadi solusinya.
4. Maksimalkan Pencahayaan dan Ventilasi Alami
Nah, ini yang sering kali kita sepelekan, yaitu pencahayaan dan sirkulasi udara. Padahal, dua hal ini penting banget dalam membangun rumah multigenerasi yang nyaman dan sehat.
Coba pastikan tiap ruangan punya akses ke cahaya matahari. Gunakan jendela besar, ventilasi silang, dan kalau memungkinkan tambahkan skylight di area seperti dapur, ruang jemur, atau ruang keluarga.
Ini nggak cuma bikin suasana rumah lebih cerah dan adem, tapi juga bantu kamu menghemat pemakaian listrik di siang hari. Kalau desain awal rumahmu belum mendukung pencahayaan dan ventilasi alami, kamu bisa pertimbangkan renovasi ringan.
Misalnya, mengganti sebagian tembok dengan kaca buram, atau menambahkan jalur angin di plafon.
Nah, kalau kamu khawatir soal biayanya, jangan buru-buru pesimis, soalnya ada pinjaman kilat yang bisa bantu proses renovasi rumahmu dari segi pendanaan.
5. Pilih Furniture Multifungsi
Pemilihan furniture yang multifungsi bukan cuma biar hemat ruang, tapi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan seluruh anggota keluarga. Gaya hidup setiap generasi tentu berbeda, jadi penting banget punya perabotan yang bisa adaptif dan fleksibel.
Misalnya nih, kamu bisa pakai sofa modular atau sectional yang adjustable, meja makan extendable (bisa diperpanjang), atau meja lipat di sudut ruang tamu yang bisa digunakan untuk kerja.
6. Gunakan Material Tahan Lama dan Mudah Dirawat
Kalau kamu tinggal bareng anak dan orang tua, usahakan memilih material rumah yang berkualitas, dalam hal ini material yang awet dan perawatannya mudah.
Contoh, untuk material lantai, kamu bisa memilih bahan Luxury Vinyl Plank (LVP) untuk meminimalisir risiko tergelincir.
Untuk furniture, cari yang punya fitur keamanan bawaan, seperti mekanisme soft-close pada laci atau pintu lemari, serta pegangan yang kokoh.
Nah, dengan material yang mudah dirawat, kamu bisa mengurangi waktu untuk urusan bersih-bersih dan lebih banyak waktu buat keluarga.
7. Sediakan Area Terbuka Hijau
Dalam konsep hunian multigenerasi, ruang terbuka bisa berupa taman, teras, halaman belakang, atau bahkan balkon.
Jika kamu punya lahan cukup luas, coba buat taman yang aman dan ramah bagi anak-anak maupun lansia. Sediakan tempat duduk, jalur datar untuk memudahkan orang tua berjalan, dan area rumput sebagai tempat bermain anak.
Untuk rumah dengan ruang terbatas, kamu bisa memberdayakan area balkon. Dengan menambahkan tanaman pot, kursi santai, dan pencahayaan yang kalem, balkon bisa berubah menjadi spot pribadi yang tenang.
Wujudkan Konsep Hunian Multigenerasi dengan Pinjaman dari digibank by DBS
Sebelum merenovasi rumah menjadi hunian yang multigenerasi, memang diperlukan desain dan perencanaan yang matang, mulai dari layout hingga pemilihan furnitur. Kalau kamu sudah punya rencana renovasi tapi terkendala biaya, sekarang nggak usah cemas.
Ajukan saja pinjaman cepat dari digibank by DBS dengan limit hingga Rp200 juta. Kenapa harus di digibank by DBS? Proses approvalnya cuma makan waktu 60 detik dan pengajuannya anti ribet karena nggak perlu berkas fisik.
Jadi, tunggu apa lagi? Klik di sini untuk renovasi rumah multigenerasi yang harmonis bareng digibank by DBS sekarang juga!



