Uncategorized

Kiper Bhayangkara FC Ini Punya Cara Sendiri Saat Jalani Latihan Mandiri

– Kiper Bhayangkara FC, Wahyu Tri Nugroho punya cara sendiri untuk menghilangkan rasa jenuh saat menjalani latihan mandiri. Apalagi, setelah adanya pengumuman Liga 1 akan kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang, pria yang akrab disapa Rambo itu kini mulai giat berlatih. Setelah sebelumnya menjalani latihan di hutan untuk menghindari keramaian, Wahyu kini punya spot menarik lain untuk menjalani latihan mandiri. Bahkan, saat dirinya ada keperluan di Bali ia juga selalu menyempatkan diri untuk berlatih. “Sekarang saya lebih suka latihan di pantai, karena kan di pantai ya lebih enak, bebas gitu. Kan kalau di sini latihan di lapangan masih tidak boleh. Favorit saya latihan di pantai Parang Tritis,” kata Wahyu. “Waktu saya ada keperluan di Bali seminggu di sana, saya juga menyempatkan diri un...

Read More
Uncategorized

Wasekjen MUI Desak DPR segera Cabut RUU HIP dari Prolegnas

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Zaitun Rasmin mendesak DPR untuk segera mencabut Rancangan Undang Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP dari program legislasi nasional ( Prolegnas). Sebab, RUU HIP itu penuh dengan kontroversi dan mendapat banyak penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk 'RUU HIP: Menguatkan atau Melemahkan Pancasila', Sabtu (11/7/2020). "Ketenteraman, kedamaian masyarakat itu sangat mahal. Maka satu kata saja segeralah DPR cabut ( RUU HIP) dari prolegnas," kata Zaitun. Zaitun mengatakan sudah seyogianya DPR dan pemerintah menyerap aspirasi masyarakat yang menolak kehadiran RUU HIP. Apalagi, penolakan tersebut dilakukan dengan cara cara konstitusional. Oleh karena it...

Read More
Uncategorized

Anak Lempari Botol dan Pukuli Ibu Kandung Umur 83 Tahun hingga Tewas, Pengin Dapat Warisan Lagi

Seorang pria berinisial TY (37) tega menganiaya ibu kandungnya berinisial SD (83). Peristiwa ini terjadi di rumah mereka, Desa Karanggedang, Kecamatan Sruweng, Kebumen, 23 Juni 2020 lalu. Penyebab tindak kekerasan itu adalah soal warisan. "Tersangka mengaku geram kepada korban, karena tidak mau mengubah surat perjanjian yang dibuat keluarga pada tahun 2015," kata Rudy melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020). Menurut Rudy, surat perjanjian yang dimaksud ialah, tersangka pernah menjual tanah keluarga seluas 30 ubin senilai Rp 45 juta. "Dengan diubahnya surat perjanjian itu, tersangka berharap mendapatkan warisan lagi di kemudian hari. Namun saat diminta untuk diubah, korban menolak dan membuat tersangka marah," jelas Rudy. Tersangka, kata dia, menganiaya ibunya d...

Read More